Pages

Friday, April 5, 2013

OBJEK WISATA JAWA TIMUR


Jawa Timur merupakan provinsi yang pontensi wisatanya begitu menakjubkan bukan hanya terkenal di domestik melaikan sudah terkenal di mancanegara, taman nasional bromo tengger semeru adalah salah satu objek wisata yang sudah terkenal di dunia dengan keajaiban alamnya yang begitu menakjubkan, Jawa Timur siap menyambut para wisatawan yang datang dengan fasilitas yang telah di sediakan untuk menunjang pariwisatanya.

TAMAN NASIONAL BROMO TENGGER SEMERU

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
Ketika Pagi Hari Di Pegunungan Bromo
Taman Nasional Bromo Tengger Semeru adalah taman nasional di Jawa Timur, Indonesia, yang terletak di wilayah administratif Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Probolinggo. Taman ini ditetapkan sejak tahun 1982 dengan luas wilayahnya sekitar 50.276,3 ha
Taman nasional ini adalah salah satu tujuan wisata utama di Jawa Timur. Dengan adanya penerbangan langsung Malang-Jakarta dan Malang-Denpasar diharapkan jumlah kunjungan wisatawan asing maupun domestik akan semakin meningkat. Selain Gunung Bromo yang merupakan daya tarik utama, Gunung Semeru yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa menjadi daya tarik tersendiri bagi para pendaki. Meski demikian untuk sampai ke puncak Semeru tidaklah semudah mendaki Gunung Bromo dan para pendaki diharuskan mendapat izin dari kantor pengelola taman nasional yang berada di Malang.
Ranu Kumbolo

Ranu Regolo
Penggemar hiking disarankan untuk mengambil rute dari Malang karena bisa menikmati keindahan lautan pasir lebih panjang. Start point dapat dimulai dari Ngadas yang merupakan desa terakhir yang berada di dalam kawasan taman nasional serta tempat untuk melengkapi perbekalan terutama persediaan air karena setelah ini tidak akan dijumpai sumber air.
Flora
Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memiliki tipe ekosistem sub-montana, montana dan sub-alphin dengan pohon-pohon yang besar dan berusia ratusan tahun antara lain cemara gunung, jamuju, edelweis, berbagai jenis anggrek dan rumput langka.
Fauna
Satwa langka dan dilindungi yang terdapat di taman nasional ini antara lain luwak (Paradoxurus hermaphroditus), rusa (Rusa timorensis ), kera ekor panjang (Macaca fascicularis), kijang (Muntiacus muntjak), ayam hutan merah (Gallus gallus), macan tutul (Panthera pardus melas), ajag (Cuon alpinus javanicus); dan berbagai jenis burung seperti alap-alap burung (Accipiter virgatus), rangkong (Buceros rhinoceros silvestris), elang ular bido (Spilornis cheela bido), srigunting hitam (Dicrurus macrocercus), elang bondol (Haliastur indus), dan belibis yang hidup di Ranu Pani, Ranu Regulo, dan Ranu Kumbolo.

GUNUNG BROMO

Gunung Bromo
Gunung Bromo (dari bahasa Sanskerta: Brahma, salah seorang Dewa Utama Hindu), merupakan gunung berapi yang masih aktif dan paling terkenal sebagai obyek wisata di Jawa Timur. Sebagai sebuah obyek wisata, Gunung Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif.
Bromo mempunyai ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut itu berada dalam empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi.
Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo.
Bagi penduduk Bromo, suku Tengger, Gunung Brahma (Bromo) dipercaya sebagai gunung suci. Setahun sekali masyarakat Tengger mengadakan upacara Yadnya Kasada atau Kasodo. Upacara ini bertempat di sebuah pura yang berada di bawah kaki Gunung Bromo utara dan dilanjutkan ke puncak gunung Bromo. Upacara diadakan pada tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama sekitar tanggal 14 atau 15 di bulan Kasodo (kesepuluh) menurut penanggalan Jawa.

GUNUNG SEMERU

Gunung Semeru
Gunung Semeru atau Sumeru adalah gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa, dengan puncaknya Mahameru, 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl). Kawah di puncak Gunung Semeru dikenal dengan nama Jonggring Saloko.
Semeru mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.
Posisi gunung ini terletak di antara wilayah administrasi Kabupaten Malang dan Lumajang, dengan posisi geografis antara 8°06' LS dan 120°55' BT.
Pada tahun 1913 dan 1946 Kawah Jonggring Saloka memiliki kubah dengan ketinggian 3.744,8 M hingga akhir November 1973. Disebelah selatan, kubah ini mendobrak tepi kawah menyebabkan aliran lava mengarah ke sisi selatan meliputi daerah Pronojiwo dan Candipuro di Lumajang.
Gunung ini masuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Taman Nasional ini terdiri dari pegunungan dan lembah seluas 50.273,3 Hektar. Terdapat beberapa gunung di dalam Kaldera Gn.Tengger antara lain; Gn.Bromo (2.392m) Gn. Batok (2.470m) Gn.Kursi (2,581m) Gn.Watangan (2.662m) Gn.Widodaren (2.650m). Terdapat empat buah danau (ranu): Ranu Pani, Ranu Regulo, Ranu Kumbolo dan Ranu Darungan.
Flora yang berada di wilayah Gunung Semeru beraneka ragam jenisnya tetapi banyak didominir oleh pohon cemara, akasia, pinus, dan jenis Jamuju. Sedangkan untuk tumbuhan bawah didominir oleh Kirinyuh, alang-alang, tembelekan, harendong dan Edelwiss putih, Edelwiss yang banyak terdapat di lereng-lereng menuju puncak Semeru. Dan juga ditemukan beberapa jenis anggrek endemik yang hidup di sekitar Semeru Selatan.
Banyak fauna yang menghuni gunung Semeru antara lain : macan kumbang, budeng, luwak, kijang, kancil, dll. Sedangkan di Ranu Kumbolo terdapat belibis yang masih hidup liar.

AIR TERJUN MADAKARIPURA

Air Terjun Madakaripura
Air terjun Madakaripura adalah suatu air terjun yang terletak di Kecamatan Lumbang, Probolinggo. Air terjun ini adalah salah satu air terjun di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Air terjun Madakaripura berbentuk ceruk yang dikelilingi bukit-bukit yang meneteskan air pada seluruh bidang tebingnya seperti layaknya sedang hujan, 3 di antaranya bahkan mengucur deras membentuk air terjun lagi.
Air terjun ini diberi nama dari Madakaripura, tanah perdikan milik mahapatih Gajah Mada dari kerajaan Majapahit

PANTAI BALEKAMBANG

Pantai Balekambang
Pantai Balekambang adalah sebuah pantai di pesisir selatan provinsi Jawa Timur yang terletak di Kabupaten Malang, kurang lebih 30 kilometer sebelah selatan kota kepanjen, atau 45 kilometer sebelah selatan Kota Malang. Balekambang merupakan salah satu objek wisata pantai di kabupaten malang yang sudah memiliki akses jalan, selain pantai Ngliyep dan pantai sekaligus kampung nelayan sendang biru. Balekambang mempunyai garis pantai sepanjang hampir 2 kilometer, dan terdiri dari pasir yang berwarna putih dan coklat terang.
Seperti halnya pantai pesisir selatan pulau jawa, balekambang memiliki arus laut yang deras serta ombak yg cukup besar, kurangnya fasilitas umum, termasuk akses jalan yang beraspal namun rusak di beberapa tempat, tidak adanya aliran listrik dan air bersih, membuat pantai ini tidak begitu mendapat banyak kunjungan secara rutin.
Pura di Pantai Balekambang
Balekambang mendapatkan kunjungan cukup banyak disaat liburan sekolah serta perayaan atau hari besar agama hindu, karena disini terletak sebuah pura yang terletak di sebuah pulau batu kecil, sekitar 100 meter dari bibir pantai

PULAU SEMPU

Keindahan Pulau Sempu
Pulau Sempu mrupakan cagar alam yang dilingdungi oleh Pemerintah, Pulau ini terletak di wilayah Kabupaten Malang, pesona pulau ini sangat indah, dengan panorama laut yang mempesona dan berpasir putih, airnya berwaina biru bening sehingga pemandangan bawah laut bisa dilihat dengan mata telanjang, ditambah lagi dengan pemadangan alam yang masih asri dan berbukit bukit.
Air Laut Yang Jernih di Pulau Sempu 
Untuk mencapai lokasi pulau ini, dari Kota Malang menuju Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang tepatnya diWana Wisata Pantai Sendang Biru, sekitar 70 km, dan harus menyeberang menggunakan perahu motor sewa dengan tarip Rp.100.000,- (seratus ribu rupiah) PP rombongan maksimal 10 orang, Pulau yang tak berpenduduk ini dihuni oleh .satwa antara lain, burung elang, burung rangkok badak, elang laut dan berbagai jenis burung lainnya, terdapat pula binatang kijang, babi hutan, ular dll.
Risqi Nor Cahyo pengunjung asal Surabaya, "mengatakan Pulau Sempu merupakan cagar alam yang masih perawan yang memiliki panorama indah dengan laut berpasir putih dan bukit-bukit serta hutannya yang masih alami, tahun depan saya dan rombongan akan datang ke pulau ini lagi. "
Sebelum menuju Pulau ini, pengunjung diwajibkan lapor di pos penjaga dan mentaati peraturan yang melarang pengunjung merusak cagar alam, membuang sampah sembarangan juga disarankan untuk berhati-hati dijalan dikhawatirkan bisa tersesat  karna jalan yang berkelot-kelot dan bercabang-cabang.

PATUNG MONUMEN JALESVEVA JAYAMAHE (MONJAYA)

Patung Monumen Jalesveva Jayamahe (Monjaya)
Patung Monumen Jalesveva Jayamahe (Monjaya) adalah , menggambarkan seorang Perwira menengah TNI Angkatan Laut,  lengkap dengan pakaian militer dan atribut kebesaran ,  nampak gagah berani menatap dengan mata tajam ke arah laut luas,  penuh tanggung jawab , dan siap menjaga kedaulatan laut di wilayah NKRI.
Patung ini juga dapat digunakan sebagai  Mercusuar bagi kapal – kapal dagang, kapal penumpang yang lalu lalang melintas disekitarnya , dan menggambarkan Tetenger yaitu tongkat estafet dari generasi baru ke generasi berikutnya.






SURGA PENYU DI PANTAI NGAGELAN

Pantai Ngagelan
Pelepasan Tukik di Pantai Ngagelan
Hujan mulai turun di sepanjang Alas Purwo, ketika kami memasuki kawasan pantai Ngagelan. Di rumah yang disediakan oleh pengelola Taman Nasional Alas Purwo, tampak wisatawan dari Jerman asik mengamati poster WWF Indonesia bertuliskan ”Selamatkan Penyu”. Gubuk kayu ini bukanlah penginapan, melainkan pusat informasi dan penangkaran Penyu.
Ngagelan terletak 7 km ke arah barat dari pantai Trianggulasi. Warga sekitar alas Purwo lebih suka menyebutnya Pantai Marengan. Jarak tempuh dari pos Rowo bendu sekitar 30 menit, jalan yang ditempuh cukup eksotis, karena disebelah kanan dan kiri terdapat pepohonan tinggi yang subur.
Topografi wilayahnya tidak jauh berbeda dengan pantai lain yang membentang sepanjang bibir pantai selatan alas purwo. Menariknya adalah, pada bulan Mei dan Juni, pantai ini kerap dikunjungi oleh penyu-penyu dari Samudra Hindia (laut selatan) yang ingin menetas. Seolah tanpa dikomando, ratusan penyu ini mendarat di bibir pantai dan menetaskan telurnya.
Hamparan pasir yang bersih dengan kombinasi hutan mangrove dan hutan tropis membuat penyu-penyu ini merasa nyaman untuk menetaskan telurnya. Paidi, petugas penangkaran penyu mengatakan, pada bulan April, Mei dan Juni, ketika angin pasat dari timur membawa udara hangat ke pesisir pulau Jawa, penyu – penyu dari laut selatan mendarat di bibir pantai. Siklus cuaca ini menjadi salah satu faktor penyu untuk melakukan persalinan.
Persalinan Penyu di pantai Ngagelan menjadi daya tarik wisata bahari. Setiap malam, ada sekitar 30 penyu yang melakukan persalinan. Meski bertelur pada malam hari, namun penyu tersebut tidak akan mendarat bila di pantai tersebut dikunjungi orang.
Itulah sebabnya, bagi wisatawan yang hendak mengambil gambar, maka harus menunggu hingga pukul 23.00, waktu inilah yang tepat karena air laut mulai sampai di bibir pantai, dan penyu sudah bersiap pasir. Setelah melakukan persalinan di pasir, penyu tersebut kembali ke laut. Selanjutnya, petugas Taman Nasional Alas Purwo mengambil telur tersebut untuk ditetaskan secara semi alami.
Di pusat penangkaran penyu (masih dalam komplek pantai Ngagelan) terdapat bak-bak penetasan Setelah telur menetas, bayi penyu diberikan perawatan sampai berumur 5 bulan. Pasir di pantai Ngagelan sangat kondusif bagi proses bersalin empat jenis penyu antara lain jenis penyu abu-abu (lupidochelys olivaceae), penyu hijau (chelonian mydas), penyu sisik (eretmochelys imbricate) serta penyu belimbing (darmochelys coreacea). Jenis –jenis tersebut adalah empat penyu dari tujuh jenis penyu yang ada didunia.

CANDI PARI DAN CANDI SUMUR

Candi Sumur

Candi Pari
Candi Pari merupakan Candi yang terbuat dari bata merah, terletak di dusun Candi Pari, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, berdiri diatas tanah seluas 1.310 m 2 yang dikelilingi oleh pemukiman penduduk, Candi ini dibangun pada tahun 1293 saka atau 1371 Masehi pada Zaman kerajaan  Majapahit yang diperintah oleh Prabu Hayam Wuruk 1350-1389 Masehi.
Bersebelahan dari Candi Pari, terdapat Candi Sumur yang berjarak sekitar 100 m, didirikan pada masa yang sama, dengan bentuk bangunan lebih kecil dan sebagian bangunannya telah rusak, Candi Sumur juga terbuat dari batu bata merah yang pada umumnya sering dijumpai pada candi-candi lain yang ada di Jawa Timur.
Konon Candi Pari dan Candi Sumur dibangun untuk mengenang peristiwa hilangnya pasangan suami isti yakni, Jaka Pandelengan dan Nyai Loro Walang Angin karena tidak mau tinggal bersama Raja yang sampai sekarang kedua Candi ini ditetapkan sebagai cagai budaya oleh pemerintah.
Semin juru kunci candi, mengatakan pengunjung yang datang ketempat ini dari sekolah dasar menengah dan pelajar pramuka untuk mengenal keberadaan nenek moyangnya terutama tentang budaya Jawa yang hingga kini hampir terlupakan oleh generasi sekarang, ujarnya.
Sedangkan pada hari-hari tertentu tempat ini banyak dikunjungi oleh peziarah dari Mojokerto, Sidoarjo dan Surabaya untuk mengadakan ritual memohon berkah kepada sang pencipta yang Maha Agung agar kehidupannya selalu dalam lingdungannya.

SENSASI AIR TERJUN COBAN DAN COBAIN RAIS

Air Terjun Coban
Satu lagi obyek wisata yang menjadi andalan Kota Wisata Batu. Sensasi air terjun Coban Talun dan Coban Rais yang tak hanya indah dilihat dari kejauhan. Wisata alam yang terletak di dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, ini juga lebih eksotis jika dilihat beberapa jengkal dari lokasi jatuhnya air dengan ketinggian sekitar 75 meter itu. Gemuruh suara benturan air dengan batu-batu cadas dibawahnya menambah sensasi semburan air terjun yang terasa seakan mengguyur sekujur tubuh. Berada di lokasi yang agak berjauhan dengan lokasi jatuhnya air pun akan tetap bisa merasakan sensasi ini. Bedanya, suara gemuruh itu hanya terdengar agak lirih.



Sumber  :  http://disbudpar.jatimprov.go.id
                   http://id.wikipedia.org