Pages

Saturday, April 6, 2013

OBJEK WISATA YOGYAKARTA


PROVINSI DAERAH
ISTIMEWA YOGYAKARTA
Yogyakarta bukan hanya sebagai kota pelajar tetapi sebagai tempat tujuan wisata, baik wisa alam, budaya, kuliner dan belanja, dengan visinya Terwujudnya Kota Yogyakarta sebagai kota pendidikan berkualitas, berkarakter dan inklusif, Pariwisata Berbasis Budaya, dan pusat pelayanan Jasa, yang berwawasan Lingkungan dan Ekonomi Kerakyatan.


CANDI PRAMBANAN

Candi Prambanan

Candi Prambanana Ketika Malam Hari
Prambanan adalah salah satu kompleks candi terbesar di Asia Tenggara yang kaya dengan arca dan relief. Kompleks candi ini terletak di Desa Prambanan dan secara administratif masuk dalam dua kabupaten dan dua provinsi sekaligus. Yaitu Kabupaten Sleman Provinsi DIY dan Kabupaten Klaten Provinsi Jawa Tengah. Jaraknya  sekitar 20 km dari kota Yogyakarta dan 40 km dari kota Surakarta. Selain karena berada di perbatasan, kompleks candi juga terjangkau dari berbagai arah karena berada langsung di pinggir Jalan Raya Yogyakarta - Solo.
Kompleks candi Prambanan dibangun sekitar tahun 850 Masehi. Masih belum pasti apakah Prambanan dibangun oleh Rakai Pikatan, raja kedua Wngsa Mataram I atau Balitung Maha Sambu semasa Wangsa Sanjaya. Namun para peneliti besepakat bahwa kompleks candi Prambanan ditinggalkan dan mulai rusak tidak lama setelah selesai dibangun. Candi Prambanan juga dikenal dengan nama lain, yaitu candi Rara Jonggrang atau Lara Jonggrang. Nama yang kedua ini terkait dengan legenda dibangunnya candi.
Dalam legenda dikisahkan, candi Prambanan dibangun oleh Bandung Bondowoso untuk memenuhi persyaratan dari Rara Jonggrang. Awalnya, Bandung Bondowoso yang jatuh hati pada kecantikan Rara Jonggrang hendak melamar putri raja itu. Rara Jonggrang yang tak mencintai Bandung Bondowoso tak berani menolak lamaran itu secara langsung. Makanya ia mengajukan syarat yang sulit pada Bandung Bondowoso, yaitu membangun candi dengan seribu arca. Dengan kesaktiannya, Bandung Bondowoso hampir dapat memenuhi persyaratan itu. Namun pada arca yang ke 999, Rara Jongrang meminta bantuan warga untuk menumbuk padi dan membuat api besar sehingga ayam pun berkokok karena mengira pagi telah datang. Bandung Bondowoso yang murka karena merasa dicurangi kemudian mengutuk Rara Jonggrang menjadi arca yang ke 1000.

CANDI RATU BOKO

Candi Ratu Boko

Runtuhan Candi Ratu Boko
Candi Ratu Boko lebih mirip istana atau kraton ketimbang candi. Ini karena fungsinya dahulu yang bukan hanya tempat ibadah, tapi juga benteng pertahanan. Ratu Boko terletak 196 meter di atas permukaan laut. Areal istana seluas 250.000 m2 terbagi menjadi empat, yaitu tengah, barat, tenggara, dan timur. Bagian tengah terdiri dari bangunan gapura utama, lapangan, Candi Pembakaran, kolam, batu berumpak, dan Paseban. Sementara, bagian tenggara meliputi Pendopo, Balai-Balai, 3 candi, kolam, dan kompleks Keputren. Kompleks gua, Stupa Budha, dan kolam terdapat di bagian timur. Sedangkan bagian barat hanya terdiri atas perbukitan. Ratu Boko didirikan di masa pemerintahan Rakai Panangkaran. Hal ini dapat dilihat di Prasasti Kalasan tahun 779 Masehi, Prasati Mantyasih 907 Masehi, dan Prasasti Wanua Tengah III tahun 908 Masehi. Rakai Panangkaran adalah pengikut Budha, namun di kompleks Ratu Boko terdapat unsur-unsur Hindu yang memuja dewa Siwa. Menurut para ahli, ini membuktikan adanya toleransi beragama pada masa itu.
Ratu Boko juga sempat dijadikan benteng pertahanan oleh Rakai Kayuwangi dari serbuan Rakai Walaing Puhuyaboni. Akibat pertempuran tersebut, beberapa bagian Candi Ratu Boko rusak. Pemugaran Ratu Boko kemudian dimulai sejak masa penjajahan Belanda tahun 1938 lalu dilanjutkan pemerintah Indonesia sejak tahun 1952.

CANDI KALASAN

Candi Kalasan
Untuk menemukan lokasi Candi Kalasan tidaklah sulit. Dari jalan raya Yogya – Solo, kurang lebih 14 km timur Yogya, bangunan candi di selatan jalan pasti sudah terlihat. Hanya perlu masuk gang kurang lebih 50 m, kita sudah memasuki kompleks candi yang secara administratif masuk dalam wilayah Dusun Kalibening, Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, DIY ini.
Berdasarkan prasasti yang berangka tahun 700 Çaka, diketahui latar belakang pendirian Candi Kalasan ini adalah permintaan para guru terhadap Maharaja Tejahpurana untuk membangun bangunan suci bagi Dewi Tara. Sebagai suatu bentuk persembahan bagi sang dewi, tentunya desain candi berikut materialnya dirancang sebaik mungkin. Namun Candi Kalasan yang dibangun sekitar tahun 778 M ini juga tak luput dimakan usia. Kini, bangunan Candi Kalasan sudah tidak utuh lagi seperti semula meskipun candi ini pernah dipugar oleh seorang Belanda pada tahun 1927–1929. Walau demikian, beberapa keistimewaan Candi Kalasan dibandingkan candi lain sampai sekarang masih bisa kita saksikan. Di antaranya, dinding candi yang dilapisi bajralepa yakni semacam semen pelapis sisi luar bangunan yang memberi efek kuning keemasan pada diding candi. Berdasarkan analisis laboratorium unsur bajralepa terdiri dari pasir kwarsa (30%), kalsit (40%), kalkopirit (25%) serta lempung (5%). Selain itu di sisi timur Candi Kalasan, tepat berada di depan tangga masuk, kita bisa menjumpai papan batu langka yang bentuknya hampir setengah lingkaran. Batu monolit ini juga sering disebut batu bulan atau moonstone.

KRATON NGAYOGYAKARTA HADININGRAT

Kraton yogyakarta
Merupakan istana resmi Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang kini berlokasi di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Walaupun kesultanan tersebut secara resmi telah menjadi bagian Republik Indonesia pada tahun 1950, kompleks bangunan keraton ini masih berfungsi sebagai tempat tinggal sultan dan rumah tangga istananya yang masih menjalankan tradisi kesultanan hingga saat ini. Keraton ini kini juga merupakan salah satu objek wisata di Kota Yogyakarta. Sebagian kompleks keraton merupakan museum yang menyimpan berbagai koleksi milik kesultanan, termasuk berbagai pemberian dari raja-raja Eropa, replika pusaka keraton, dan gamelan. Dari segi bangunannya, keraton ini merupakan salah satu contoh arsitektur istana Jawa yang terbaik, memiliki balairung-balairung mewah dan lapangan serta paviliun yang luas.
Keraton Yogyakarta mulai didirikan oleh Sultan Hamengku Buwono I beberapa bulan pasca Perjanjian Giyanti di tahun 1755. Lokasi keraton ini konon adalah bekas sebuah pesanggarahan yang bernama Garjitawati. Pesanggrahan ini digunakan untuk istirahat iring-iringan jenazah raja-raja Mataram (Kartasura dan Surakarta) yang akan dimakamkan di Imogiri. Versi lain menyebutkan lokasi keraton merupakan sebuah mata air, Umbul Pacethokan, yang ada di tengah hutan Beringan. Sebelum menempati Keraton Yogyakarta, Sultan Hamengku Buwono I berdiam di Pesanggrahan Ambar Ketawang yang sekarang termasuk wilayah Kecamatan Gamping Kabupaten Sleman.

PANTAI INDRAYANTI

Pesona Pantai Indrayanti

Pantai indrayanti
Terletak di sebelah timur Pantai Sundak, pantai yang dibatasi bukit karang ini merupakan salah satu pantai yang menyajikan pemandangan berbeda dibandingkan pantai-pantai lain yang ada di Gunungkidul. Tidak hanya berhiaskan pasir putih, bukit karang, dan air biru jernih yang seolah memanggil-manggil wisatawan untuk menceburkan diri ke dalamnya, Pantai Indrayanti juga dilengkapi restoran dan cafe serta deretan penginapan yang akan memanjakan wisatawan. Beragam menu mulai dari hidangan laut hingga nasi goreng bisa di pesan di restoran yang menghadap ke pantai ini. Pada malam hari, gazebo-gazebo yang ada di bibir pantai akan terlihat cantik karena diterangi kerlip sinar lampu. Menikmati makan malam di cafe ini ditemani desau angin dan alunan debur ombak akan menjadi pengalaman romantis yang tak terlupa.
Di sisi timur terdapat bukit di berhubung tidak ada jalan, menerobos semak dan perdu sembari memanjat karang pun menjadi pilihan. Sesampainya di atas bukit pemandangan laut yang bebatasan dengan Samudra Hindia terhampar. Beberapa burung terbang sambil membawa ilalang untuk membangun sarang. Suara debur ombak dan desau angin berpadu menciptakan orkestra yang indah dan menenangkan. Bila kita melihat kea rah barat dapar terlihat beberapa pantai yang dipisahkan oleh bukit-bukit terlihat berjajar, gazebo dan rumah panggung terlihat kecil, sedangkan orang-orang laksana liliput. Saat senja menjelang, tempat ini akan menjadi spot yang bagus untuk menyaksikan mentari yang kembali ke peraduannya.

PANTAI PARANGTRITIS

Matahari Terbenam Di Pantai 

Pantai Parangtritis
Parangtritis merupakan pantai paling populer di Yogyakarta. Ada dua hal yang membuat Parangtritis ramai dibicarakan: pemandangan matahari terbenamnya yang romantis di kala senja dan mitos Nyai Rara Kidul. Banyak orang percaya Pantai Parangtritis adalah gerbang kerajaan gaib Nyai Rara Kidul yang menguasai laut selatan. Selain itu Parangtritis juga dikenal dengan ombak besar dan  bukit-bukit pasirnya, atau biasa disebut gumuk. Pada musim kemarau biasanya angin bertiup lebih kencang, dan ombaknya rata-rata  setinggi dua sampai tiga meter. Sebagai kawasan wisata, Parangtritis dikelola dengan cukup baik oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul.  Mulai dari fasilitas penginapan sampai pasar yang menjajakan souvernir khas tersedia di Parangtritis.
Karena kebuasan ombaknya, pengunjung Parangtritis tidak direkomendasikan untuk berenang. Namun di pinggir pantai tersedia fasilitas pemandian umum. Diantaranya adalah pemandian Parang Wedang yang airnya konon dapat mengobati berbagai penyakit kulit. Ini karena air di pemandian tersebut mengandung belerang.
Kuatnya mitos Nyai Rara Kidul juga menciptakan eksotisme tersendiri di Parangtritis. Upacara-upacara seringkali digelar untuk menghormati Nyai Rara Kidul. Oleh Kraton Yogyakarta, Parangtritis dijadikan tempat upacara Labuhan. Hampir setiap malam Jumat Kliwon dan Selasa Kliwon, para nelayan setempat dan pengunjung melakukan upacara ritual di Parangtritis. Acara ritual diwarnai pelarungan sesajen dan kembang warna-warni ke laut. Puncaknya terjadi pada malam 1 Suro, dan dua sampai tiga hari setelah hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.

PANTAI KRAKAL

Pantai Krakal

Pantai Krakal
Panjang pantai Krakal yang sampai 40.000 meter membuat pantai ini menjadi yang terpanjang di Gunungkidul. Beberapa pendapat bahkan tanpa ragu menyebut Krakal sebagai yang terindah. Sisi barat dan timurnya dibatasi dengan tebing karang. Selain menikmati keindahannya, pengunjung juga dapat bermain-main dengan ombak Krakal. Ada satu hal yang unik di Krakal, yaitu munculnya beragam ikan hias di waku tertentu. Ketika situasi laut sedang surut, muncullah ikan hias seperti Kepe, Bustum dan Pogat yang mempunyai ukuran besar serta ikan hias Tliger yang kecil. Munculnya ikan hias biasanya bersamaan dengan munculnya lumut saat musim kemarau datang. Ikan-ikan ini juga lebih banyak bermunculan saat awal bulan dibanding akhir bulan.

CAVETUBING DI GUA PINDUL

Kegiatan Cavetubing

Sensasi Di Dalam Gua Pindul
Gua ini memiliki 3 zona yaitu zona terang, zona remang dan zona gelap abadi. Terdapat berbagai keindahan alam yang dapat kita temui didalamnya seperti stalaktit dan stalaknit yang menyatu sehingga tampak seakan sebuah pilar yang lebar dengan ukuran lima rentangan tangan orang dewasa. Pada tengah gua terdapat sebuah ruang yang agak besar dengan lubang diatasnya sehingga sinar matahari bisa masuk melalui lubang ini. Pada lubang tersebut juga biasa digunakan sebagai jalan masuk vertikal oleh anggota Tim SAR atau kelompok pecinta alam yang hendak melakukan latihan.
Cavetubing merupakan aktivitas menyusuri gua dengan menggunakan alat bantu berupa perahu karet atau ban dalam. Gua pindul yang merupakan satu dari rangkaian tujuh gua yang dialiri sungai bawah tanah pada daerah Bejiharjo menjadi salah satu lokasi wisata yang dikembangkan oleh Dinas Pariwisata dan masyarakat setempat. Tentu saja cavetubing menjadi salah satu  unggulan pada gua yang terletak di Kabupaten Gunung Kidul ini.
Gua Pindul memiliki panjang sekitar 300 m, lebar 5 m, jarak permukaan air dengan atap gua 4 m, dan kedalaman air sekitar 5 m. Aliran sungai di dalam gua sangat tenang, sehingga cocok digunakan sebagai cavetubing dengan segala usia. Selain itu, pengunjung juga dapat memperoleh pengalaman sejarah Gua Pindul yang berasal dari kisah pengembaraan Joko Singlulung.

GUNUNG PURBA NGLANGGERAN

Gunung Purba Nglanggeran

Gunung Purba Nglanggeran
Kawasan Ekosistem Gunung Purba Nglanggeran atau yang biasa disebut Gunung Nglanggeran ini merupakan kawasan yang litologinya disusun oleh material vulkanik tua, berbentuk gunung batu raksasa yang membentang sepanjang kurang lebih 800 meter dengan tinggi mencapai 300 meter. Gunung Nglanggeran dinyatakan sebagai gunung api purba dari hasil penelitian dan refrensi yang ada. Sekitar 60-70 juta tahun yang lalu Gunung tersebut merupakan gunung berapi aktif.
Terdapat dua puncak gunung yang dapat di daki pada Gunung Nglanggeran. Gunung yang pertama memiliki ketinggian sedang. Untuk mencapai puncak gunung ini pengunjung cukup berjalan kaki melewati rute yang terjal selama 30-45 menit dengan melewati celah diantara dua bukit batu yang sempit menggunakan tangga kayu. Jalur ini cukup pendek dan tidak memakan waktu yang lama.

PANTAI NGRENEHAN

Keindahan Pantai Ngerenehan
Pantai ngrenehan, terletak di Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, DIY. Berjarak sekitar 30km dari Wonosari atau sekitar 60km dari pusat kota Jogja.
Masih belum banyak orang yang tau keberadaan pantai ini, karena letaknya yang tersembunyi, melewati jalan kecil yang meliuk dan berombak, dan masih belum terdapat sarana transportasi yang menuju langsung ke lokasi.
Sama dengan Pantai Depok di Kabupaten Bantul, anda juga dapat menikmati sajian menu sea food di sini, karena di Pantai Ngrenehan juga terdapat Tempat Pelelangan Ikan, sehingga anda dapat langsung membeli aneka hasil laut yang masih segar. Dan untuk anda yang tidak mau repot masak sendiri, terdapat pula warung-warung makan yang menyediakan aneka makanan olahan hasil laut juga. Tak heran, karena di sekitar pantai ini terdapat kampung nelayan.

PANTAI KUKUP

Pantai Kukup
Pantai Kukup, terletak di Kabupaten Gunung Kidul. Dapat ditempuh dari Jogja kurang lebih 1,5 sd 2 jam. Jalan akses menuju pantai kukup relatif bagus dan terawat. Dikenal sebagai Akuarium Alam, Karena banyaknya ikan hias di Pantai ini, dan airnya yang jernih. Merupakan obyek wisasta alternatif bila kita bosan dengan suasana di Parangtritis. Kalau Bali memiliki Tanah Lot, maka Jogja memiliki Pantai Kukup.
Pantai kukup merupakan pantai yang indah, terdiri dari karang - karang dan pasir putih. Di bagian timur, ada sebuah batu karang besar menyerupai pulau kecil yang di hubungkan dengan jembatan. Anda bisa menikmati pemandangan dari gardu pandang yang ada di batu karang tersebut.

PANTAI SADENG

Pantai Sadeng
Peninggalan purba aliran Bengawan Solo bisa kita nikmati keindahannya dalam perjalanan menuju Pantai Sadeng tepatnya di dekat tanda warna biru bertuliska “Girisubo-Ibukota Kecamatan”. Dari tempat tersebut kita bisa mengabadikannya melalui kamera foto ataupun video. Keindahan aliran purba Sungai Bengawan Solo diperlihatkan dengan dua buah perbukitan kapur yang berdiri gagah memanjang mengapit aliran purba tersebut. Sepanjang aliran purba tersebut memiliki kelolakan yang indah memanjang kurang lebih 7 kilometer ke arah utara  menuju wilayah Pracimantoro Kabupaten Wonogiri. Jalur aliran juga bisa disusuri ke arah selatan hingga bekas muaranya di Pantai Sadeng. Menurut penuturan salah seorang nelayan, muara Bengawan Solo Purba berada di pantai sebelah timur, wilayah yang kini termasuk areal pelabuhan perikanan. Meski demikian, penyusuran ke selatan tak akan seindah ke utara, sebab jalan yang menuju ke Pantai Sadeng tidak searah dengan jalur aliran sungai terbesar di Jawa itu.

KALIURANG

Objek wisata kaliurang
Kaliurang adalah objek wisata andalan Kabupaten Sleman yang berada di lereng selatan Merapi. Kawasan wisata ini terletak di selatan Provinsi DIY, 28 km dari Kota Yogyakarta. Tepatnya Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman. Jika dibandingkan dengan kawasan wisata yang serupa di luar DIY, Kaliurang mirip dengan kawasan Puncak di Bogor.
Kawasan Kaliurang sudah dipandang sebagai tujuan wisata sejak zaman penjajahan Belanda. Pada abad 19, para ahli geologi Belanda yang tinggal di Yogyakarta bermaksud mencari tempat peristirahatan bagi keluarga mereka. Ketika mereka sampai di Kaliurang, mereka terpesona dengan keindahan dan kesejukannya. Para geolog Belanda itu pun membangun bungalow-bungalow di Kaliurang.

PANTAI SIUNG

Pantai Siung
Kawasan pantai yang indah dengan melalui medan yang naik turun disertai dengan tikungan tajam disertai perbukitan kapur yang menemani dalam perjalanan. Pantai Siung secara administratif masuk dalam wilayah Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunung Kidul termasuk wilayah terpencil. Radius 70 km dari Kota Yogyakarta. 
Jalur yang ditempuh melalui rute Yogyakarta-Wonosari berlanjut ke Wonosari-Baron dan Baron-Tepus adalah jalur utama yang paling mudah dilalui, jalan telah diaspal mulus dan sempurna. Untuk jalur lain yaitu Yogyakarta-Imogiri-Gunung Kidul lebih menantang karena banyak jalan yang berlubang.
Batu karang yang terdapat di sebalah barat dan timur pantai tidak hanya sebagai pembatas dengan pantai yang lain. Karang-karang raksasa menjadi daya tarik yang utama dari kawasan Pantai Siung ini dan menjadi dasar penamaan pantai serta menjadi saksi kejayaan wilayah pantai di masa silam. Menurut warga setempat terdapat salah satu bukit karang yang menyerupai bentuk gigi kera atau Siung Wanara. Batu karang ini memiliki pemandangan yang sangat dramatis, perpaduan ombak besar yang menerpanya hingga setiap celahnya disusuri oleh air laut yang mengalir perlahan.


PANTAI BARON

Pantai Baron

Pantai Baron
Pantai Baron terletak di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, sekitar 20 km arah selatan kota Wonosari dan 40 km dari kota Yogyakarta. Panta ini merupakan pantai nelayan, di pantai ini kita dapat melihat aktivitas nelayan yang ada di Pantai tersebut. Pantai Baron juga merupakan muara dari pertemuan air tawar dan air asin.
memperlihatkan aktivitas nelayan pantai ini memiliki bukit karang. Pengunjung dapat menikmati pemandangan pantai baron dari atas bukit karang. Tidak jauh dari pantai baron, ada juga beberapa pantai yang tak kalah indahnya, yaitu Pantai Kukup, Pantai Sundak, Pantai Krakal, dan Pantai Sepanjang.



Sumber : http://www.visitingjogja.com