Pages

Wednesday, March 27, 2013

TUJUAN WISATA DI JAKARTA


Jakarta merupakan Ibukota Negara Republik Indonesia, selain sebagai pusat pemerintahan jakarta juga merupakan pusat hiburan, wisata dan belanja dengan beraneka ragam keindahan dan keunikan yang ada, dengan selogan enjoy jakarta, jakarta siap menyambut wisman dengan keindahan yang ada.


MONUMEN NASIONAL

Monumen Nasional Dengan Air Mancur Menari

Monumen Nasional atau Monas merupakan salah satu dari monumen peringatan yang didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah Belanda. Monumen Nasional terletak di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, dan dibangun pada bulan Agustus 1959.
Kemudian Monas diresmikan pada tanggal 17 Agustus 1961 oleh Presiden RI Soekarno, dan baru dibuka untuk umum pada 12 Juli 1975. Keseluruhan bangunan Monas dirancang oleh para arsitek Indonesia yaitu Soedarsono, Frederich Silaban dan Ir. Rooseno.

Monumen Nasional yang Kokoh 
Bentuk Tugu peringatan yang satu ini sangat unik. Monas berbentuk batu obeliks setinggi 132 meter, terbuat dari marmer yang berbentuk lingga yoni simbol kesuburan yang penuh dimensi khas budaya bangsa Indonesia.
Di puncak Monumen Nasional terdapat cawan yang berbentuk nyala obor perunggu yang beratnya mencapai 14,5 ton, berdiameter 6 m, dan terdiri dari 77 bagian yang disatukan serta dilapisi emas 35 kg. Lidah api atau obor itu melambangkan semangat yang tak pernah padam dalam melawan penjajah.
Di bagian bawah terdapat cawan yang tingginya 17 meter diukur dari lantai dasar dan 8 meter dari lantai museum. Sedangkan ukuran cawan adalah 45×45 meter. Hal ini dimaksudkan sebagai catatan hari kemerdekaan republik Indonesia (17-8-45). Para pengunjung dapat masuk ke tugu puncak monas melalui terowongan yang berada 3 m di bawah taman dan jalan silang. Di bawahnya terdapat ruang museum sejarah perjuangan nasional dengan ukuran luas 80x80 m, dan dapat menampung pengunjung sekitar 500 orang.
Museum ini menampilkan sejarah perjuangan Bangsa Indonesia. Pada keempat sisi museum terdapat 12 diorama (jendela peragaan) yang menampilkan sejarah Indonesia dari jaman kerajaan-kerajaan nenek moyang Bangsa Indonesia hingga G30S PKI. Selain itu, terdapat ruang kemerdekaan yang berbentuk amphitheater yang terletak di dalam cawan tugu Monas. Ruang ini menggambarkan atribut peta kepulauan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Kemerdekaan RI, bendera merah putih dan lambang negara dan pintu gapura yang bertulis naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Ada pula replika naskah proklamasi dari emas. Di sini pula diperdengarkan rekaman suara Sukarno saat membaca teks proklamasi.

Di sekeliling tugu terdapat taman, dua buah kolam dan beberapa lapangan terbuka tempat berolahraga. Ada pula atraksi perpaduan laser multiwarna tiga dimensi yang membuat Tugu Monas bisa berubah warna di malam hari. Ada juga atraksi air mancur pesona mas. 

KOTA TUA

Bangunan Kota Tua

Pelabuhan Sunda Kelapa
Lingkungan yang termasuk wilayah ini meliputi Sunda Kelapa, Pasar Ikan, Luar Batang, Kali Besar, Taman Fatahillah dan Glodok. Luas wilayah Kota Tua Daerah sekitar sekitar 139 hektar. Kawasan ini merupakan awal dari masa depan perkembangan kotaJakarta sejak abad 14. Selama tahun 1527 ini adalah Kotapelabuhan yang direbut oleh Fatahillah dan berganti nama menjadi Jayakarta. Lebih lanjut lagi  di tahun 1620 kota ini dikuasai oleh VOC Belanda yang diubah menjadi Batavia.
Pada abad ke 18 kota ini telah berkembang ke sisi selatan sampai ke daerah di taman Fatahillah dan Glodok sekarang. Sebagai kota tua, Jakarta telah meninggalkan warisan dari sejarah masa lalu mengambil bentuk bangunan dengan arsitektur Eropa dan Cina dari abad 17 sampai awal abad ke-20. Kota tua ini telah dipelihara sebagai kawasan restorasi.


MUSEUM SEJARAH JAKARTA

Museum Fatahila Peninggalan VOC
Museum Fatahillah yang juga dikenal sebagai Museum SejarahJakartaatauMuseum Batavia adalah sebuah museum yang terletak di Jalan Taman Fatahillah No. 2, Jakarta Barat dengan luas lebih dari 1.300 meter persegi.
Gedung ini dulu adalah Stadhuis atau Balai Kota, yang dibangun pada tahun 1707-1710 atas perintah Gubernur Jenderal Johan Van Hoorn. Bangunan balaikota itu serupa dengan Istana Dam  di Amsterdam , terdiri atas bangunan utama dengan dua sayap di bagian timur dan barat serta bangunan sanding yang digunakan sebagai kantor, ruang pengadilan, dan ruang-ruang bawah tanah yang dipakai sebagai penjara.
Pada tanggal 30 Maret 1974, gedung ini kemudian diresmikan sebagai Museum Fatahillah.
Arsitektur bangunannya bergaya abad ke-17 bergaya Barok klasik dengan tiga lantai dengan cat kuning tanah, kusen pintu dan jendela dari kayu jati berwarna hijau tua. Bagian atap utama memiliki penunjuk arah mata angin.
Museum ini memiliki luas lebih dari 13.000 meter persegi. Pekarangan dengan susunan konblok, dan sebuah kolam dihiasi beberapa pohon tua.
Koleksi

Museum Fatahila Ketika Malam Hari
Plang Peringatan Pembangunan Museum Fatahillah yang dahulunya adalah Balai Kota
Objek-objek yang dapat ditemui di museum ini antara lain perjalanan sejarah Jakarta, replika peninggalan masa Tarumanegara dan Pajajaran, hasil penggalian arkeologi di Jakarta, mebel antik mulai dari abad ke-17 sampai 19, yang merupakan perpaduan dari gaya Eropa, Republik Rakyat Cina, dan Indonesia. Juga ada keramik, gerabah , dan batu prasasti. Koleksi-koleksi ini terdapat di berbagai ruang, seperti Ruang Prasejarah Jakarta, Ruang Tarumanegara, Ruang Jayakarta, Ruang Fatahillah, Ruang Sultan Agung, dan Ruang MH Thamrin.
Terdapat juga berbagai koleksi tentang kebudayaan Betawi, numismatik, dan becak. Bahkan kini juga diletakkan patung Dewa Hermes (menurut mitologi Yunani, merupakan dewa keberuntungan dan perlindungan bagi kaum pedagang) yang tadinya terletak di perempatan Harmoni dan meriam Si jagur yang dianggap mempunyai kekuatan magis. Selain itu, di Museum Fatahillah juga terdapat bekas penjara bawah tanah yang dulu sempat digunakan pada zaman penjajahan Belanda.


KEPULAUAN SERIBU

Pulau Onrost

Pulau Anyer
Kepulauan seribu terdiri dari sekitar 140 gugusan pulau – pulau kecil yang tersebar di perairan teluk Jakarta dan merupakan kawasan wisata bahari yang menarik dan terletak tidak terlalu jauh dari ibukota Jakarta.
Pulau – pulau Ayer, Putri, Pelangi, Sepa dan Pantera telah dikembangkan sebagai Resor Island. Sarana – sarana transportasi, akomodasi serta fasilitas pendukung lainya seperti peralatan untuk olahraga air dan selam juga tersedia.
Untuk mencapai kepulauan seribu, tersedia sarana transportasi laut yang berangkat dari dermaga marina jaya Ancol dengan waktu tempuh berkisar antara 1- 2 Jam. Selain itu terdapat pula taman arkeologi di pulau Onrust, Cipir, Kelor dan Bidadari. Ke keempat pulau ini menyimpan sisa – sisa bangunan peninggalan Belanda abad 17, meskipn sebagian besar kini tinggal puing – puing pondasinya saja. Onrust sendiri mulai dibangun tahun 1618 oleh Gubernur Jenderal Jan Pieterszoon Coen. Selain dermaga, ia juga membangun galangan kapal dan kincir angin untuk menggerakan mesin penggergajian kayu. Sementara di ketiga pulau lainya Belanda membangun armada pertahanan alteleri.
Salah satu benteng yang masih tersisa adalah benteng Martello di pulau Kelor dan sebuah benteng di pulau Bidadari. Sedang di pulau Cipir berdiri sisa bangunan bekas sanatorium yang dibangun pemerintah tahun 1960.
Sarana akomodasi di pulau Bidadari berupa guest house dengan sejumlah fasilitas permainan dan olahraga bahari. Untuk mencapai pulau Bidadari dapat melalui paket perjalanan wisata atau dengan berpetualang sendiri melalui beberapa pelabuhan nelayan seperti Muara Angke, Muara Baru dan Tanjung Pasir dengan menyewa perahu nelayang yang berkapasitas 10 s/d 15 orang. Sedangkan untuk mencapau pulau Onrust adalah melalui Muara Kamal dengan waktu tempuh sekitar 20 menit.


TAMAN MINI INDONESIA INDAH

Istana Anak-anak

Theater Keong Emas

Lokasi Taman Mini Indonesia Indah
Taman Mini "Indonesia Indah" (TMII) merupakan taman yang menggambarkan secara utuh Indonesia yang besar dalam penampilannya yang kecil dan indah. Diawali dari gagasan dan prakarsa Ibu Tien Soeharto, pembangunan TMII dimulai pada tahun 1971 dan diresmikan pembukaannya pada tanggal 20 April 1975.
Sejak berdirinya dalam perjalanan waktu ke waktu semakin tumbuh dan berkembang seirama dengan dinamika kehidupan masyarakat, sehingga masyarakat semakin merasakan betapa besar manfaat keberadaan TMII yang menjalankan misi sebagai wahana pelestarian dan pengembangan budaya.serta merupakan sarana memperkokoh persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia.
TMII sebagai suatu wahana yang mempresentasikan kebhinekaan bangsa Indonesia dan keanekaragaman khasanah budaya, sehingga masyarakat dapat menimba pengalaman, pengetahuan dan informasi yang menarik sekitar kehidupan berbagai aspek budaya, tradisi, adat istiadat, berbagai bentuk kesenian sampai pada pengenalan benda-benda budaya.
Kini, pada usianya yang ke 35 tahun, TMII terus berhias dan berbenah, sehingga disamping menjadi sarana informasi dan pendidikan bagi generasi penerus, juga sebagai obyek wisata budaya.  Dengan fasilitas yang ada antara lain: 32 Anjungan Daerah, Arsipel Indonesia, Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Istana Anak Anak Indonesia, 11 Unit Taman antara lain Taman Burung, Taman Akuarium Air Tawar, Taman Bunga Keong Emas dan yang saat ini sedang dibangun yaitu Taman Budaya Tionghoa Indonesia. Penampilan 15 Unit Museum antara lain Museum Indonesia, Museum Transportasi, Museum Minyak & Gas Bumi, serta berbagai sarana hiburan yang menarik seperti Teater Imax Keong Emas, Kereta Gantung, Aeromovel, Kereta Api Mini, Snow Bay Water Park menawarkan nuansa yang menarik.
Keindahan dan khasanah budaya yang ditampilkan di TMII dapat dengan mudah diketahui oleh masyarakat dengan  tersedianya sarana informasi yang lebih lengkap dan interaktif, melalui website ini diharapkan dapat tersebar informasi secara luas  ke seluruh pelosok nusantara bahkan mancanegara, sehingga masyarakat akan lebih mudah mengenal kebudayaan dan adat-istiadat bangsa Indonesia.

TAMAN IMPIAN JAYA ANCOL

Ancol
Ancol adalah taman rekreasi terbesar dan paling populer di Jakarta, lebih dikenal sebagai "Taman Impian Jaya Ancol". Taman Impian Jaya Ancol ini memiliki berbagai pilihan atraksi yang mencakup Seaworld, sebuah taman air dengan gelombang buatan, sebuah laguna untuk memancing dan berperahu, wahana seru dan menegangkan seperti Tornado dan Hysteria, pusat seni, balai pertemuan dan hotel.
Sejak awal berdirinya pada tahun 1966, Ancol Taman Impian atau biasa disebut Ancol sudah ditujukan sebagai sebuah kawasan wisata terpadu oleh Pemerintah Propinsi DKI Jakarta. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Pemda DKI menunjuk PT Pembangunan Jaya sebagai Badan Pelaksana Pembangunan (BPP) Proyek Ancol yang dilakukan secara bertahap sesuai dengan peningkatan perekonomian nasional serta daya beli masyarakat.
Di dalam komplek Ancol terdapat Marina, Dunia Fantasi, Teater dan Pasar Seni yang memiliki koleksi kerajinan Indonesia yang beragam mulai dari lukisan sampai suvenir. Ada juga pertunjukan teater yang dipentaskan oleh para seniman lokal di tempat terbuka.
Dikelola oleh anak perusahaannya terutama oleh PT Taman Impian Jaya Ancol (“TIJA”) yang meliputi pengelolaan kawasan pariwisata (rekreasi dan resor) dan kegiatan usaha penunjang: entertainment, konvensi dan wisata belanja. PJAA mengelola “area pariwisata terintegrasi” seluas 552 Ha, lokasi dekat pantai, terbaik di Jakarta dengan kemudahan akses melalui jalan tol, busway dan kereta api.


DUNIA FANTASI

Permainan di Dunia Fantasi
Dunia Fantasi dibagi dalam beberapa kawasan dengan tema tersendiri dan ciri khas wilayah masing-masing. Pembagian kawasan ini ditujukan untuk membangkitkan imajinasi pengunjung yang diharapkan merasakan sensasi berjalan-jalan pada daerah Jakarta zaman dahulu, Eropa, Amerika, Indonesia, Asia, Fantasi Yunani, Fantasi Hikayat, Balara, dan Istabon.
Selain atraksi permainan, kawasan ini juga memiliki sejumlah restoran dan toko-toko suvenir. Luas Dunia Fantasi mencapai 9,5 hektar dari rencana pembangunan 552 hektar kawasan hiburan terpadu Taman Impian Jaya Ancol.


RAGUNAN ZOO

Pusat Primata Schmutzer

Kebun Binatang Ragunan
Kebun Binatang Ragunan adalah sebuah kebun binatang yang terletak di daerah Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Indonesia. Kebun binatang seluas 140 hektar ini didirikan pada tahun 1864. Di dalamnya, terdapat berbagai koleksi yang terdiri dari 295 spesies dan 4040 spesimen.
Ragunan sempat ditutup selama sekitar tiga minggu sejak 19 September 2005 karena hewan-hewan di dalamnya ada yang terinfeksi flu burung, namun dibuka kembali pada 11 Oktober.


Sumber : Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Prov. DKI Jakarta